Featured

1 Daurah Marhalah Gel. 2 Tahun 2011

Oleh : Mahmud Basuki
Perekrutan syarat masuknya KAMMI tahap awal adalah Daurah Marhalah [DM]. Pada tahap ini training bagi seorang calon anggota KAMMI bisa dirasakan pada moment Daurah Marhalah.
DM gelombang ke-2 tahun 2011 ini dilaksanakan pada jumat-sabtu, 25-27 Maret di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka Maguoharjo Yogya. Dengan peserta kurang lebih 25 peserta ikhwan dan akhwat.
Masing-masing peserta terdiri dari berbagai jurusan yang ada di kampus UIN YOGYA. Bukan hanya dari UIN, dari kampus lain pun juga ada. Peserta dari Kampus UAD contohnya.
Dari tahapan-tahapan training kepemimpinan itu, maka terbentuklah suatu nama angkatan yang bernama "GEN MUJAHID". singkatan berasal dari GENERASI MUJAHID. Dengan ketua angkatan yaitu AJI PRASETYA [ikhwan] dan LIA PAMUNGKAS SARI [akhwat].
Semoga angkatan GEN MUJAHID menjadikan generasi KAMMI yang benar-benar solid, piawai, dan tangguh dalam menegakkan dakwah dimuka bumi ini, khususnya di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Read more

0 Problematika Daily Quote (DQ) sms muhasabah

Oleh: Mahmud Basuki
SMS ke Banyak Kini Sudah Bisa Lagi
Salah satu department yang paling penting dihidupkan demi solidnya internal KAMMI khususnya adalah Dept. Pengkaderan. Menanggapi hal itu, Dept. KAMMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sepakat memberikan suatu energi inspirator sekaligus motivator yang detailnya direalisasikan oleh divisi syiar dan media jaringan Pengkaderan KAMMI. Salah satunya adalah sms muhasabah rutin setiap hari yang biasa disebut DQ atau "Daily Quote". Membaca namanya saja sudah terlihat daily yang berarti harian.
Seratus lima puluh (kurang lebih) adalah angka yang tidak sedikit bagi pemberi sms DQ tersebut.  Namun dengan niatan lillahi ta'ala angka tersebut menjadi sedikit untuk diberi sms DQ. Dan juga butuh waktu yang tidak sedikit pula untuk melaksanakannya. Bisa jadi lebih dari 1 jam bahkan lebih, kenapa demikian?
Menjawab hal itu, bisa dilihat pada situasi dan kondisi ponsel yang digunakan sebagai alat pemberi sms DQ.

ADA APA DENGAN PONSEL?
Ponsel DQ awal mulanya keadaan ponselnya pada tahap wajar dan tanpa masalah bila mengirimkan sekaligus banyak untuk CP-CP yang DQ tuju. Namun, semakin lama semakin nampak masalah yang ada pada ponsel DQ. Contohnya:
1. Sms pending lama
2. Pending dan gagal
3. Tidak dapat lagi mengirimkan sekaligus ke banyak, harus sedikit demi sedikit
4. Kondisi sinyal yang dibawah tahap ketidak wajaran
Sehingga menyikapi hal ini DQ pun sempat sejenak macet dan tidak berjalan. Karena tidak memungkinkan bila sms DQ disebarkan satu persatu pada penerima DQ.

MENCARI SOLUSI?
Lama sudah mencari apa penyebab dari pendingnya sms DQ tersebut dan akhirnya pengiriman sms tersebut gagal. Dan ada kalanya ponsel menjadi tidak bisa menerima sms padahal memori masih tersedia besar begitu sebaliknya ada kalanya ponsel tidak bisa mengirim pesan seperti layaknya ponsel-ponsel yang normal.

APA PENYEBABNYA?
Mencari tau penyebab hal itu dan perlu diketahui bahwa tidak singkat mencari penyebab errornya ponsel tersebut. Kini seorang dari divisi media jaringan memberi kabar bahwa penyebabnya adalah:
1. Laporan sms masih aktif sehingga laporan itu bertumpuk yang mengakibatkan pending sms dan gagal sms.
2. Baterai yang perlu diganti demi normalnya sinyal pada ponsel

Kini ponsel DQ ku yang lama mendekam tidak dipakai, mulaiku kulihat dan ku nonaktifkan laporan smsnya.

APAKAH PONSEL ANTUM JUGA DEMIKIAN?
Jika ia segera coba pada tips jitu yang kami sajikan ini.
Selamat Mencoba !!! 
Read more

0 PEJUANG SEJATI

Oleh : Mahmud Basuki

Wahai pejuang,
Akankah kau tahu dunia membutuhkanmu
Datanglah,
Dunia kan menyambut tekadmu
Dunia kan membantumu sesuai dengan perjuanganmu, keringatmu dan keikhlasanmu

Dinegerimu, kau bukanlah sampah
Anjing penjilat noda yang berefek pada pejuang lain tak betah

kau bukanlah si bedebah
hilir mudik selalu berpindah, bak angin yang tanpa arah
tapi kau pejuang yang selalu istiqomah
pemegang amanah dakwah

kau pejuang jadian yang misterius
laksana pedang yang terhunus
siap menembus, tembok-tembok berpondasi “Gayus”
tidak mudah terinfeksi
atas semua hal yang merusak kondisi
berbau pada suatu hal yang berambisi

buang, lempar jauh-jauh dari hatimu hai pejuang sejati
--------------------------------------------
semua motivasi terkodifikasi
bergerak maju mengikuti naluri

berusaha keras pada perbaikan diri
pada orang-orang yang mengelilingi
hingga perbaikan negeri ini

wahai pejuang sejati…
fokuskan perjuanganmu,
genggam erat satukan jari
mengharap kasih ridha illahi
Read more

1 Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

Jihad berarti perjuangan atas nama Allah SWT. Jihad tidak selalu berarti perang fisik. Dakwah damai dalam menyerukan yang ma’ruf dan kebenaran Allah, atau memperjuangkan yang hak dan mengutuk kezhaliman (seperti memerangi penindas dan membantu pihak yang tertindas, walaupun mereka kaum NonMuslim) juga termasuk bagian dari Jihad.

Saya pun sekarang ini sedang berjihad dengan mempelihara dan mengurusi website saya, karena ini merupakan sarana untuk berdakwah. Dan karena ini sebagai sebuah sarana, oleh karenany website ini pun bisa digunakan untuk menegakan keadilan dan mengutuk kezhaliman.
Islam bukanlah agama pedang dan jahat. Disaat Allah Ta’ala menurunkan al-Quran kepada Nabi Muhammad saw, beliau menjadi Rasulullah, dan harus menyebarkan Islam kepada sekitar 365 suku-suku Musrykin disemenanjung Arab (Baca; Islam amongs Pagans & Its Monotheistic Scripture). Suku-suku tersebut menunjukkan sikap permusuhan terhadap kaum Muslim, dan telah melakukan sejumlah peperangan terhadap kaum Muslim.
Kemudian, disaat Islam menjadi agama dari Negara yang kita kenal sekarang sebagai Saudi Arabia, dan hampir seluruh dari 365 suku Musrykin telah memeluk Islam, Kaum Muslim masih harus menghadapi tantangan lain yang berbeda.
Ancaman Nuklir Uni Soviet dan Amerika Serikat dimasa sekarang adalah Kekaisaran Romawi dan Persian Sasanid dimasa silam. Jika anda mengetahui geografi dan sejarah cukup baik, maka kamu pasti tahu bahwa saat itu kaum Muslim terjebak diantara dua kekuatan besar itu.
Sikap permusuhan dan sejumlah peperangan dari kedua kekaisaran tersebut ditunjukkan kepada kaum Muslim. Seperti contoh, disaat nabi saw mengirimkan utusan kepada “Kisrah”, Kaisar Persia, untuk memperkenalkan Islam padanya, namun Kisrah memperintahkan agar utusan tersebut di hukum mati.
Dimasa itu, juga dimasa sekarang, tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan pengecut. Orang-orang Persialah yang menunjukkan permusuhan terhadap Muslim dan memproklamirkan banyak perang terhadap Islam terlebih dahulu.
Kekaisaran Byzantin Romawi juga tidak jauh berbeda. Sebuah contoh, diantara sejumlah peperangan yang mereka lancarkan kepada Muslim dikarenakan mereka melihat agama Islam sebagai ancaman bagi agamanya di wilayah Timur Tengah, raja “Herkules”, mengirimkan sekitar 100.000 tentara menuju “Madinah” untuk memusnahkan Islam untuk selamanya.
Saat itu, kekuatan umat Muslim belum terlalu stabil, dan mereka hanya mengirim sekitar 3.000 tentara untuk mengusir tentara Kristen Romawi dari Madinah. Perang tersebut dinamai “Perang Mu’ta” dan terjadi di wilayah Mu’ta, Yordania.
Rencana yang ditetapkan adalah menghadang Kristen Romawi jauh diluar kota Madinah, sejauh yang mereka bisa. Tentara yang hanya berjumlah 3.000 personil berhasil bertahan selama beberapa hari menghadapi 100.000 tentara Romawi yang kemudian mundur dan menuju Yordania selatan. Dan tentara Romawi akhirnya menyimpang dari Madinah dan pasukan kecil Muslim berhasil melarikan diri melintasi pegunungan. Namun begitu lebih dari setengah jumlah pasukan kaum Muslim gugur dalam operasi tersebut.
Maksud dari artikel ini adalah Islam tidak disebarkan dengan pedang. Perang-perang tersebut dibebankan kepada kaum Muslim. Dan kaum Muslim tidak memulainya!
Berkenaan dengan masalah Jihad dan memerangi musuh, Allah Ta’ala Membuat pemisahan jelas didalam al-Quran sikap yang perlu diambil dalam menghadapi nonMuslim yang tidak memerangi, dan sikap terhadap nonMuslim yang memerangi:
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (al-Quran, 5:32)
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (The Noble Quran, 25:68-69)
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.” (The Noble Quran, 5:28)
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (al-Quran, 60:8)
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (The Noble Quran 2:193)
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al- Quran, 2:256)
“ Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. (al- Quran, 18:29)
“ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (al-Quran, 10:99)
“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.(The Noble Quran, 24:54)
Alasan Jihad dalam al-Quran:
Ayat-ayat Jihad didalam al-Quran hanya untuk waktu tertentu dan kondisi dan tempat. Mereka tidak berlaku untuk segala waktu dan bagi setiap orang. Saya sebagai seorang Muslim, tidak begitu saja dapat membunuh anda yang nonMuslim, hanya karena kamu bukan seorang Muslim. Banyak perang dimasa silam yang dihadapi kaum Muslim, oleh karenanya, adalah normal dan wajar jika kita menemukan sejumlah ayat-ayat dalam al-Quran yang menceritakan masalah peperangan. Namun pesan utama dari al-Quran adalah kedamaian, seperti teredaksi dengan jelas di ayat al-Baqarah 2:190, 8:61 dan 5:28 diatas.
2-Hukum perang dalam Islam:
Kaum Muslim dilarang keras menyerang kaum yang tidak memerangi:
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)
Perangilah atas nama Allah Ta’ala mereka yang memerangi kita itulah makna “Jihad” sebenarnya! Saya tidak bisa begitu saja membunuhi nonMuslim hanya karena mereka nonMuslim, hal ini sama-sekali dilarang Allah SWT:
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (al-Quran, 5:32)
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (The Noble Quran, 25:68-69)
Jihad hanya boleh dideklarasikan jika kaum Muslim diserang terlebih dahulu. Sebaliknya kami tidak diperkenankan memerangi mereka yang berdamai. Bahkan apabila perang terjadi, jika musuh menawarkan perdamaian, maka kita diwajibkan untuk menerimanya dan mengakhiri pertumpahan darah:
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)

Dan jika perjanjian damai dibuat, maka kita wajib menghormati pernjanjian tersebut dengan praktek, bukan hanya dimulut:
“Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. (al-Quran, 4:90)
“Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (The Noble Quran, 9:7)

   Sumber: http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/23/jihad-dan-hukum-perang-dalam-islam/
Read more

1 Kita Bergerak Dimana Kita Lebih Dibutuhkan

Oleh : Mahmud Basuki*
 
يَاأَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.” Q.S Al-Anfaal : 27
Semangat itu pasti pernah singgah pada seseorang meskipun dimasa sekarang orang-orang tersebut sedang tidak semangat menjalani sebuah tirani kehidupan. Namun dapat menjadi sebuah perbedaan dikala seseorang menanggapi semangatnya yang telah tertancap pada hati. Perbedaannya sangat sederhana sekali, bahkan seseorang yang sedang melaksanakan efek dari semangat tersebut tidak mengetahui apakah aktivitas yang dilakukan itu baik dimata rekannya, orang terdekatnya, negaranya, dunia, ataupun dimata sang pencipta yaitu Allah SWT.

Me-manaj semangat haruslah jelas akan tujuan dan dampak  dari aktivitas yang dilakukan tersebut. Kategori sebuah tujuan dapat terbagi menjadi dua bagian yaitu : (1) bersifat duniawi (2) bersifat ibadah.

Semuanya adalah pilihan dan kembali pada pribadi masing-masing seseorang dalam menanggapi aktivitas yang akan dicanangkan. Perlu dimaklumi, tidak semua orang sama akan tujuannya, tidak semua orang sukses dengan alur yang sama, tidak semua orang bisa memahami akan tujuan orang lain. Memang akan menjadi suatu kontroversi dan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Namun, janganlah merasa paling benar sendiri, jadikanlah semua kontroversi ataupun perbedaan adalah suatu hal yang menginfirasi dan memotivasi untuk selalu menjadi sebuah perbaikan diri dan perbaikan tujuan, tanpa mengurangi semangat akan menggapai tujuan yang utama.

(1   1. Bersifat duniawi
Semua aktivitas (seperti : bekerja, kuliah, bersosialisasi, dll) adalah amanat yang dapat dibebankan pada seseorang. Apapun aktivitasnya, dewasa ini pasti memiliki tujuan yang diharapkan, tujuan yang dapat memperbaiki diri, keluarga dll.

Banyak orang berusaha keras demi tercapai keinginannya, ada yang sukses sesuai harapan, ada yang hampir mendekati kesuksesan, dan ada pula yang masih jauh dari harapan bahkan gagal hingga frustasi, semangat yang awalnya membara secepat kilat menghilang tanpa bekas dan parahnya lagi hingga bunuh diri (naudzubillahimin dzalik).

Berkacamata pada Negara Jepang yang mayoritas tidak beragama, namun merupakan Negara yang menjadi rujukan oleh banyak Negara untuk belajar akan kesuksesannya. Mengulas sejarah pada kasus bom atom di kota Hirosima dan Nagasaki yang melumpuhkan Negara tersebut. Forcasting1 yang tidak diduga, Jepang cepat bangkit dari keterpurukannya.

Di lain hal, berbicara tentang kesuksesan Jepang pada bidang duniawi, tidak sedikit dari orang-orang besar yang bunuh diri yang disebabkan atas kegagalannya. Seperti yang dilakukan oleh The Deputy Mayor of Kobe yang bunuh diri karena merasa tidak mampu menjalankan tugas pemulihan kota Kobe pasca gempa bumi hebat tahun 1995. Mereka beranggapan bunuh diri adalah suatu permintaan maaf atas kegagalan yang dilakukan (www.lintasberita.com).

Untuk itu kembalilah pada diri masing-masing pribadi, dan perlu diketahui bahwasanya banyak orang-orang yang sukses pada dunia, namun tetap dengan tujuan utama yaitu berniatkan ibadah kepada Allah SWT. Jadi, hindarilah fanatisme mencari kesuksesan dunia tanpa ada bumbu kepercayaan terhadap ajaran agama.

Pada topik ini, sangat menyedihkan sekali bilamana ada seseorang yang hanya mengedepankan dunianya saja. Syukur-syukur sesuai dengan apa yang diharapkannya, namun bila tidak, jangan sampai budaya jepang tersebut (bunuh diri) ditiru. Yang butuh kita tiru adalah motivasinya yang kuat dan peduli terhadap kemajuan.
Andai di Indonesia ini semua pejabatnya tidak beragama, dan hanya dunia yang dikejarnya, saya yakin Indonesia akan lebih hancur tiada berdaya.

      2. Bersifat ibadah
Di Indonesia yang tercinta ini, sudah berapa banyakkah orang-orang yang menjalankan amanatnya yang dilandasi dengan niatan ibadah? Tanpa dan tiada maksud mencari ketenaran, perhatian, jabatan, dll. Sangat banyak sekali contohnya bukan? 

Dengan menjunjung tinggi nilai ibadah lillahi ta’ala, dan melaksanakan amanatnya tersebut dengan penuh tanggung jawab (tidak mengkhianati amanat). Maka Allah pun akan menjunjungnya secara tidak disangka didunianya kepada penggemban amanat yang bersifat amanah pada tugasnya tersebut. Apabila seseorang tidak mengkhianati amanatnya, baik dalam melaksanakan tugasnya, lalu bagaimana cara Allah mengangkatnya. Bisa jadi dengan cara melalui diberikannya amanat yang lebih besar lagi dan dengan cara lainnya.

Perlu diketahui amanat tidak untuk dicari, amanat tidak untuk diminta, amanat adalah pemberian sekaligus titipan Allah SWT yang datang sesuai dengan kemampuan hamba-hamba-Nya. Maka jangan sekali-kali meminta ataupun berambisi untuk mendapatkan amanat dengan motif akan ketenaran, karir menjadi maju dan hal-hal yang bersifat duniawi. Tapi jadikanlah amanat yang sekarang anda pikul adalah merupakan suatu ibadah untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
1. Forcasting : peramalan

Pertanyaan :
Menanggapi ayat diatas timbul pertanyaan “bagaimana bila menerima amanat yang lain kemudian mendzolimi amanat utama? 
Sebelum seseorang menerima amanat barunya tentunya harus paham akan kondisi, kondisi amanat yang sedang dipikul, kondisi amanat yang belum ditawarkan, dan kondisi diri pribadi. Boleh saja kita menolak sebuah amanat dengan alasan masih menjalankan amanat utamanya, boleh saja kita meninggalkan amanat yang sedang dipikul dengan alasan lebih dibutuhkan pada amanat baru yang diamanahi kepada kita.

Dalam menanggapi hal ini kita harus kritis dan dengan perhitungan yang teliti. Menjawab pertanyaan diatas yang perlu diperhatikan adalah “nilai kebutuhannya”. Mana yang lebih membutuhkan akan keberadaan kita.

Maka bergeraklah dimana kita lebih dibutuhkan, bergeraklah dengan landasan nilai-nilai ibadah, tuluskan hati dari noda-noda kemunafikan, fokuskan diri untuk menggapai ridha Allah SWT.

*) Staff Dept. Pengkaderan 2010-2011
Mahasiswa Teknik Industri 2009
Fak. Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Read more

0 Yuk Dirikan Shalat!!!


Oleh : Mahmud Basuki
Meski ditengah kondisi yang berbasah-basah, ditemani daerah berbatu dipinggiran sungai yang mengalir deras, tenang dan berkomitmen pada satu tujuan. Padi-padi pun juga menyaksikan akan tunduknya seorang hamba yang tiada luput dari pengabdiannya sebagai penerus dakwah. Shalat tiada akan terlupakan, dan bumi Allah adalah sebagai alas utama untuk melaksanakannya.
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (Al-ankabut: 45)
Mudah-mudahan kekejian ataupun hal-hal yang mungkar akan terhindarkan pada seorang pejuang dakwah. Syariat itu akan terlaksana bila shalat tertegak pada nurani pribadi. Coba direnungkan dan dihayati pada gambar diatas, sangat indah sekali bukan? Di alam terbuka, ditundukkannya kepasrahan kepada Allah SWT. Keheningan dan sadar betapa hina kita dihadapan Allah SWT.
Mari coba lihat bila dari atas, betapa tidak berdayanya manusia, dan dilihat makin keatas, lebih keatas lagi, hingga tak terlihat oleh mata. Betapa kecilnya kita dihadapan-Nya. Namun ketahuilah bahwa Allah SWT tahu siapa hambanya yang tunduk dan pasrah terhadap-Nya.
Sungguh ketenangan itu akan menghampiri hati para pejuang dakwah ketika shalat ditegakkan. Bukan hanya dirinya saja, dan mudah-mudahan orang disekelilingnya juga dapat menikmati ketenangan tersebut, hingga mereka mendirikan shalat secara bersama-sama.
 “Shalat jamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhori-Muslim)
Sangat disayangkan bila kesempatan untuk berjamaah disia-siakan. Betapa tidak, perbandingan satu dengan dua puluh tujuh. Padahal shalat berjamaah tidak sulit untuk dilaksanakan, dan tidak sesulit dibayangkan, namun hanya kemalasan yang menjadi sebuah alasan. Berjamaah itu indah kawan.
Kebersamaan akan membuahkan sebuah kekayaan tersendiri, kebersamaan akan terasa nikmat bertubi-tubi dan merupakan sebuah kekuatan pribadi muslim sejati.
“Sesungguhnya (perusak garis batas) antara seseorang dan kesyirikan serta kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).
Betapa ngeri sekali bila shalat masih terabaikan, tergadaikan kepada kepentingan-kepentingan yang lain. Tinggalkan segera aktifitasmu bila tiba waktunya shalat, dan bergegaslah untuk melaksanakannya. Hati-hati, kesyirikan serta kekufuran makin mendekati bila mengabaikan perintah shalat. Maka dari itu jangan beri kesempatan kemalasan untuk mendirikan shalat.
Jangan abaikan shalatmu wahai muslim sejati.
Gambar diambil pada proses sertifikasi angkatan “Al-Fatih”
KAMMI komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Read more

1 Pengukuhan Angkatan Al-Fatih

 
Daurah Marhalah sudah terlaksana, Madrasah Kammi sudah dijalani, dan akhirnya bergegas siap untuk dikukuhkan sebagai anggota biasa 1 (AB1). Seberapa besarkah kesiapan angkatan Al-Fatih untuk dikukuhkan sebagai AB 1?  Semua itu pasti ada jawabannya. Untuk kesiapan Al-Fatih saya kira
tidak dapat kita ragukan lagi, dan saya yakin Al-Fatih dapat menjadi penerus yang tetap solid. Sebagai bukti dapat kita lihat pada proses sertifikasi pada tanggal 16 Januari 2011. Wajib diikuti bagi angkatan Al-Fatih. Bersiaplah hai generasi baruku . .
Terdapat angkatan sebelum Al-Fatih (Annashiru Taghyiir, Isydan dll) yang belum mengikuti proses sertifikasi dan pengukuhan sebagai AB1. Maka sangat diharapkan untuk dapat mengikuti proses sertifikasi dan pengukuhan ini.


 
Read more
 
Powered by Blogger